Semut rang rang untuk pakan burung

Hampir semua pecinta burung kicauan dan penghobi memancing mengenal kroto. Kroto adalah anakan semut rangrang (Oecophylla smaragdina) baik berupa telur, larva dan pupa. Kroto memiliki warna putih agak bening, mengandung banyak air dan kaya akan protein dan vitamin. “Semua semut bisa diternak sejak lama.  Selama ini pasokan kroto di pasaran sangat bergantung pada hasil tangkapan alam para pemburu kroto. Kroto biasanya dijumpai di pepohonan, namun tidak setiap saat ada terutama pada saat musim hujan. Hal itulah usaha ternakl kroto guna mengejar produksi. 

Prospek dan Persaingan 
Menurut F. Rahardi kebutuhan kroto telur, larva, dan pupa semut rangrang prospeknya cukup bagus karena saat ini semakin berkembang pencinta hewan peliharaan seperti burung peliharaan dan pecinta hobi memancing ikan. Selama ini kroto banyak diburu dari alam, namun pada musim hujan populasi semut rangrang di alam menyusut. Sehingga pasokan ke pedagang kroto berkurang. Ditambah lagi pembudidaya semut rangrang penghasil kroto belum banyak. Hal ini membuat berapa pun jumlah panen kroto dari para peternak pasti habis terserap pasar. 

Semut Rangrang 
Semut rangrang atau Oecophylla smaragdina merupakan jenis semut api. Si kecil merah ini selain menghasilkan kroto sebagai umpan ikan dan burung kicauan peliharaan, juga memiliki banyak manfaat yang bias digunakan bagi masyarakat, juga memiliki banyak manfaat yang digunakan bagi masyarakat. Di antaranya sebagai pembasmi dan pengendali hama tanaman. Berdasarkan informasi dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementrian Pertanian, semut rangrang bias digunakan untuk mengendalikan hama ulat bulu yang pernah mewabah di Indonesia. Sehingga tidak perlu membeli insektisida lagi. Dengan kata lain bias digunakan dalam menghasilkan produk pertanian organik ataupun menekan biaya produksi tanaman/buah. Semut rangrang juga membantu penyerbukan jenis tanaman tertentu, dan sebagai indicator kedaan udara di suatu lingkungan, karena sifatnya pe terhadap perubahan udara. 

Produksi 
Ternak kroto sangat mudah dilakukan. Selain cepat menghasilkan, tidak membutuhkan modal besar, peralatan yang dibutuhkanpun sangat sederhana, yakni rak kayu/bamboo, toples plastik, ember dan kotak kardus sebagai pengemas. Tak hanya itu, pakan yang dibutuhkan selama memelihara semut rangrang untuk menghasilkan kroto cukup mudah, misalnya belalang, ngengat, cecak, kecoa, laron, sisa ikan, telur, daging serta air gula. Habitat asli semut rangrang tergantung ketinggian tempat, yakni 0-800 mdpi. Namun semua wilayah di Indonesia sebenarnya masih sangat potensial untuk budidaya kroto. Ketika sudah memasuki tahap budidaya, ketinggian tempat bukan lagi maslah karena bias disiasati dengan berbagai cara. Yang penting harus diperhatikan adalah semut rangrang yang diternakan untuk diambil krotonya jangan sampai terkena angin kencang, sinar matahari langsung atau air hujan karena bisa membuat semut mati. Jadi sebaliknya usaha ternak kroto bisa dilakukan di dalam rumah atau gudang. Anda juga bisa membudidaya kroto secara alami, misalnya memelihara semut rangrang pada pohon tahunan berupa pohon buah-buahan yang daunnya lebar, seperti mangga, nangka, mahoni, jambu air, jambu mete, randu dan sebagainya. Namun cara ini jarang digunakan jika untuk mengejar produksi, sebab perkembangan semut sulit dikontrol. Dalam budidaya kroto terdapat pergeseran tren, jika sebelumnya ternak kroto dilakukan di batang bamboo, kini ada cara yang lebih mudah dan bisa dikendalikan. Karena cara lama cukup membuat orang kesulitan ketika panen, yang mana semut rangrang sulit diatur karena keluar dari bambu ketika dibelah pada proses panen kroto menggunakan. Seperti yang dialami Marya Ulfa, peternak kroto Bogor. Kini cara terbaru dalam peternakan kroto menggunakan toples berbahan plastic sebagai wadah dan rak sebagai tempat penyimpanan toples. Selain semut dijamin tidak melarikan diri, proses panen kroto juga tidak sulit. Dengan cara ini, hasil kroto pun jauh lebih bersih dibandingkan hasil tangkapan alam, sehingga pasti para pedagang sangat menyukainya. Secara alami semut rangrang bisa menghasilkan kroto sebanyak 1 kg selama 10 hari. 

Pemasaran. 
Potensi pasar kroto terbesar adalah pemeliharaan burung kicauan, pemancing ikan dan nelayan. Maka penjualan menjadi lebih mudah, jika peternak mudah dijual dan harganya lebih mahal dibandingkan jika menjual kroto yang sudah mati alias dalam bentuk kering. Harga kroto kering rata-rata 50% lebih rendah daripada kroto fresh. Hal itu karena umumnya burung lebih menyukai kroto yang masih hidup. Sayangnya kroto hidup hanya mampu bertahan selama 2-3 hari. Sedangkan kroto kering bisa disimpan sampai 6 bulan lamanya. Saat ini harga kroto berada di kisaran Rp. 100-150 ribu/kg, sedangkan harga bibit kroto (semut merah yang dipelihara untuk menghasilkan kroto) Rp. 65-75 ribu/toples ukuran 1 liter sampai Rp. 350 ribu/toples ukuran 5 liter. Rantai pemasarannya yakni dari produsen ke pengepul, lalu dijual ke pedagang/toko pakan burung, kemudian ke pengecer kecil, barulah ke tangan konsumen. Jika peternakan ingin mendapatkan keuntungan lebih besar, bisa langsung menjual kroto ke konsumen misalnya pemancingan, nelayan atau pecinta burung peliharaan. Bagi pemula disarankan memulai usaha ini dengan membeli bibit kroto berupa semut rangrang siap bertelur (terdiri atas sarang semut rangrang berisi koloni semut yang terdiri dari ratu semut, semut jantan, semut prajurit dan semut jantan) yang biasanya dijual dalam kemasan toples. Barulah bibit kroto tersebut dipelihara sekitar 4-6 bulan sampai menghasilkan kroto pada panen pertama, dan selanjutnya bisa dipanen setiap hari. Ada baiknya para pemula telah memiliki target pasar, misalnya pecinta burung atau pemancingan dan toko penjual apakan atau poultry shop terdekat. Sehingga nantinya, ketika bibit telah menghasilkan, kroto bisa langsung terjual. Usahakan bisa menyediakan kroto dalam bentuk fresh alias masih hidup karena di samping harga jualnya lebih mahal, brurng juga lebih menyukai dan kicauan suara burung akan lebih baik. Sebagai permulaan bisa cukup dengan membeli 10 toples bibit kroto. 

Artikel Menarik Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Populer Post

RecentPost